Alhamdulillah ,segala puji bagi allah yang telah memberikan kepada setiap hamba -Nya untuk senantiasa menikmati setiap apa yang di berikan.
Tanggal 30 April lalu dilaksanakan Musyawarah Besar UKM Rohis Politeknik Negeri Semarang.Agendanya adalah Laporan Pertanggung jawaban pengurus lama, pembacaan hasil tim formatur serta pelantikan dan serah terima jabatan dari pengurus lama ke pengurus baru.Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar ,walaupun kita masih menyisakan beberapa program kerja untuk dilaksanakan. Mungkin bisa dikatakan ini adalah hutang ,tapi sebenarnya kalo mau jujur sih ,gimana caranya biar pasca kepengurusan ,pengurus lama ga pada pergi dan menghilang.Akal akalan kah? Tidak menurut saya,karena dari beberapa pengalaman yang sebelumnya ,emang begitu ,seolah setelah berakhir masa jabatannya ia dah merasa bebas dan akhirnya mengasingkan diri ( ekstrem banget ). Contohnya aja dan memang fakta ketika kemarin kita kumpul sejenak untuk sedikit diskusi ,eh ada yang mengungkapkan perasaannya " Merdeka ".wah kalo gitu saya jadi merasa bersalah dong,jadi selama ini saya menjajah mereka.
Yaa.. mungkin itu hanya luapan sesaat saja ,tapi saya yakin bahwa kader Rohis tidaklah sama seperti kader yang lain.Ia akan senantiasa punya motivasi yang tinggi.dalam hal apapun.Dalam dakwah , beraktivitas ,berwirausaha dan lain sebagainya.Ga ada matinya..kata salah satu iklan begitu.
Begitulah saudaraku,saya berharap ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan.Ini bukanlah ujung dari sebuah pangkal.Kalo saya boleh ibaratkan ,dalam kita berjalan di medan dakwah ini sepertinya ada ujung yang sudah dekat di depan mata namun sebenarnya ia masih jauh.Kita akan dapat meraih ujungnya jika kita merapatkan barisan ,bersama mengatur ritme agar senantiasa di berikan ke istiqomahan dan kesabaran dalam medan ini.
Saya teringat apa yang dikatakan oleh Pak Johan Rifai (kenal tidak?) ada beberapa tantangan terbesar yang di hadapi oleh aktivis dakwah kampus dalam perjalannya.yang pertama adalah setelah ia Lulus,saya juga banyak menemui kader yang setelah lulus,karena lingkungan tidak mendukung ,akhirnya ia Futur dan tidak lagi menjadi aktivis.kan sayang gitu.masa dikatakan mantan aktivis.Mudah - mudahan kita dapat menjaga diri darinya.
yang kedua adalah pada saat ia menentukan pasangan hidupnya ( Suami atau istri ). Ini juga dapat mempengaruhi aktivitas kita.Banyak contoh yang sudah ada karena tidak mendapat dukungan dari Istri atau suami ,akhirnya ia malas beraktivitas.Atau memang dilarang untuk beraktivitas.Maka hati - hati juga dalam menentukan pilihan.Banyak akhwat kita yang dah siap,tinggal bagaimananya kitanya aja akhi.
Yang ketiga ,pada saat ia mempunyai anak.Bisa jadi kecintaan kita berlebihan kepada anak dibanding kepada Allah dan Rosul.maka ini juga akan dapat diingatkan dengan kondisi keluarga yang senantiasa ingat kepada Allah juga.
Syukron katsiiron atas segala apa yang telah antum torehkan bersama saya dalam aktivitas yang telah dilakukan.Semoga kita tetap diberikan keIstiqomahan melangkah dijalan dakwah ini.
Yaa Muqollibal Quluub Tsabbit Quluubanaa 'alaa diinika.
Jazakumullahu khoiron katsiiro.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment