Saturday, May 06, 2006

Pernikahan Dini
Karya : Rr. Anita Widayanti, Spsi.
Pada saat sekarang ini,dalam setiap kativitas kita kadang tidak mudah menjaga kelurusan niat.Ada aja yang di ingat -ingat ketika beraktivitas.Ketika Syuro, ketika koordinasi terkadang ada hal - hal yang tidak mudah dijaga.Sebagaimana dikatakan oleh M Anis Mata yang menukil pendapat seorang Ulama bahwa hati itu akan berbolak balik.Ia akan fluktuatif katanya.Maka Rosul pun mengajarkan kepada kita satu doa agar kita di berikan ketetapan hati dalammenjalankan syariat-Nya.
Salah satu Jawaban yang saya temukan di prayoga.net saat ada pertanyaan bagaimana ketika kita memutuskan untuk menikah dalam rangka menjaga diri dari kemaksiatan kemaksiatan. berikut ini jawaban yang di berikan.


Assalammua'alaikum wr.wb.Saudari AP yang dimuliakan Allah,Sungguh mulia niat anda yang hendak melakukan pernikahan karena takut jatuh dalam perzinahan. Tak banyak pemuda yang mengambil keputusan tersebut saat dirinya dipenuhi hasrat dan cinta. Namun nampaknya menjalankan niat itu memang tidak mudah ya, karena berbenturan dengan orang lain seperti orang tua yang belum tentu setuju karena nampaknya anda belum punya penghasilan dan masih kuliah.Dalam hal ini yang harus ditingkatkan pada akhirnya adalah ketaqwaan dan azzam untuk selalu berada di jalan-Nya. Karena keputusan apapun yang diambil, yaitu menikah atau sebaliknya akan menuntut keimanan dan kayakinan anda kepada-Nya. Jika pernikahan diizinkan berarti anda harus yakin pada janji Allah bahwa Allah akan mengkayakan orang yang menikah, berarti anda akan dapat menafkahi istri anda kelak (dan ini kewajiban bagi anda) namun tentunya dengan usaha.Sebaliknya jika ternyata ayah calon istri tidak setuju berarti anda harus kuatkan keyakinan bahwa jodoh takkan lari ke mana, jika bukan saat ini mungkin di waktu yang lain. Karena jika ayah si wanita tidak merestui maka anda tidak bisa menikahinya. Dan di sini niat anda yang hendak menikah karena keimanan dan takut zina akan diuji, sejauh mana niat anda untuk menghindari zina apakah sekuat tekad anda menikah demi takut perzinaan.Artinya jika anda takut berzina dengannya maka jika tak dapat menikahinya saat ini, tindakan yang bijak berikutnya adalah menjauhinya atau berpisah dari wanita tersebut (anggaplah sementara sampai saatnya tiba). Ibaratnya jika kita tak mau terbakar api maka janganlah bermain bensin di dekat nyala api yang berkobar. Oleh karenanya yakinlah dengan kekuatan doa, semoga dengan niat baik anda maka Allah lunakkan hati ayah si wanita sehingga merestui pernikahan anda dengan anaknya. Wallahhu'alambishawab.Wassalmmu'alaikum wr.wb.Rr. Anita W.

Bukan Sebuah Akhir

Alhamdulillah ,segala puji bagi allah yang telah memberikan kepada setiap hamba -Nya untuk senantiasa menikmati setiap apa yang di berikan.
Tanggal 30 April lalu dilaksanakan Musyawarah Besar UKM Rohis Politeknik Negeri Semarang.Agendanya adalah Laporan Pertanggung jawaban pengurus lama, pembacaan hasil tim formatur serta pelantikan dan serah terima jabatan dari pengurus lama ke pengurus baru.Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar ,walaupun kita masih menyisakan beberapa program kerja untuk dilaksanakan. Mungkin bisa dikatakan ini adalah hutang ,tapi sebenarnya kalo mau jujur sih ,gimana caranya biar pasca kepengurusan ,pengurus lama ga pada pergi dan menghilang.Akal akalan kah? Tidak menurut saya,karena dari beberapa pengalaman yang sebelumnya ,emang begitu ,seolah setelah berakhir masa jabatannya ia dah merasa bebas dan akhirnya mengasingkan diri ( ekstrem banget ). Contohnya aja dan memang fakta ketika kemarin kita kumpul sejenak untuk sedikit diskusi ,eh ada yang mengungkapkan perasaannya " Merdeka ".wah kalo gitu saya jadi merasa bersalah dong,jadi selama ini saya menjajah mereka.
Yaa.. mungkin itu hanya luapan sesaat saja ,tapi saya yakin bahwa kader Rohis tidaklah sama seperti kader yang lain.Ia akan senantiasa punya motivasi yang tinggi.dalam hal apapun.Dalam dakwah , beraktivitas ,berwirausaha dan lain sebagainya.Ga ada matinya..kata salah satu iklan begitu.
Begitulah saudaraku,saya berharap ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan.Ini bukanlah ujung dari sebuah pangkal.Kalo saya boleh ibaratkan ,dalam kita berjalan di medan dakwah ini sepertinya ada ujung yang sudah dekat di depan mata namun sebenarnya ia masih jauh.Kita akan dapat meraih ujungnya jika kita merapatkan barisan ,bersama mengatur ritme agar senantiasa di berikan ke istiqomahan dan kesabaran dalam medan ini.
Saya teringat apa yang dikatakan oleh Pak Johan Rifai (kenal tidak?) ada beberapa tantangan terbesar yang di hadapi oleh aktivis dakwah kampus dalam perjalannya.yang pertama adalah setelah ia Lulus,saya juga banyak menemui kader yang setelah lulus,karena lingkungan tidak mendukung ,akhirnya ia Futur dan tidak lagi menjadi aktivis.kan sayang gitu.masa dikatakan mantan aktivis.Mudah - mudahan kita dapat menjaga diri darinya.
yang kedua adalah pada saat ia menentukan pasangan hidupnya ( Suami atau istri ). Ini juga dapat mempengaruhi aktivitas kita.Banyak contoh yang sudah ada karena tidak mendapat dukungan dari Istri atau suami ,akhirnya ia malas beraktivitas.Atau memang dilarang untuk beraktivitas.Maka hati - hati juga dalam menentukan pilihan.Banyak akhwat kita yang dah siap,tinggal bagaimananya kitanya aja akhi.
Yang ketiga ,pada saat ia mempunyai anak.Bisa jadi kecintaan kita berlebihan kepada anak dibanding kepada Allah dan Rosul.maka ini juga akan dapat diingatkan dengan kondisi keluarga yang senantiasa ingat kepada Allah juga.
Syukron katsiiron atas segala apa yang telah antum torehkan bersama saya dalam aktivitas yang telah dilakukan.Semoga kita tetap diberikan keIstiqomahan melangkah dijalan dakwah ini.
Yaa Muqollibal Quluub Tsabbit Quluubanaa 'alaa diinika.
Jazakumullahu khoiron katsiiro.

Bukan Sebuah Akhir

Alhamdulillah ,segala puji bagi allah yang telah memberikan kepada setiap hamba -Nya untuk senantiasa menikmati setiap apa yang di berikan.
Tanggal 30 April lalu dilaksanakan Musyawarah Besar UKM Rohis Politeknik Negeri Semarang.Agendanya adalah Laporan Pertanggung jawaban pengurus lama, pembacaan hasil tim formatur serta pelantikan dan serah terima jabatan dari pengurus lama ke pengurus baru.Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar ,walaupun kita masih menyisakan beberapa program kerja untuk dilaksanakan. Mungkin bisa dikatakan ini adalah hutang ,tapi sebenarnya kalo mau jujur sih ,gimana caranya biar pasca kepengurusan ,pengurus lama ga pada pergi dan menghilang.Akal akalan kah? Tidak menurut saya,karena dari beberapa pengalaman yang sebelumnya ,emang begitu ,seolah setelah berakhir masa jabatannya ia dah merasa bebas dan akhirnya mengasingkan diri ( ekstrem banget ). Contohnya aja dan memang fakta ketika kemarin kita kumpul sejenak untuk sedikit diskusi ,eh ada yang mengungkapkan perasaannya " Merdeka ".wah kalo gitu saya jadi merasa bersalah dong,jadi selama ini saya menjajah mereka.
Yaa.. mungkin itu hanya luapan sesaat saja ,tapi saya yakin bahwa kader Rohis tidaklah sama seperti kader yang lain.Ia akan senantiasa punya motivasi yang tinggi.dalam hal apapun.Dalam dakwah , beraktivitas ,berwirausaha dan lain sebagainya.Ga ada matinya..kata salah satu iklan begitu.
Begitulah saudaraku,saya berharap ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan.Ini bukanlah ujung dari sebuah pangkal.Kalo saya boleh ibaratkan ,dalam kita berjalan di medan dakwah ini sepertinya ada ujung yang sudah dekat di depan mata namun sebenarnya ia masih jauh.Kita akan dapat meraih ujungnya jika kita merapatkan barisan ,bersama mengatur ritme agar senantiasa di berikan ke istiqomahan dan kesabaran dalam medan ini.
Saya teringat apa yang dikatakan oleh Pak Johan Rifai (kenal tidak?) ada beberapa tantangan terbesar yang di hadapi oleh aktivis dakwah kampus dalam perjalannya.yang pertama adalah setelah ia Lulus,saya juga banyak menemui kader yang setelah lulus,karena lingkungan tidak mendukung ,akhirnya ia Futur dan tidak lagi menjadi aktivis.kan sayang gitu.masa dikatakan mantan aktivis.Mudah - mudahan kita dapat menjaga diri darinya.
yang kedua adalah pada saat ia menentukan pasangan hidupnya ( Suami atau istri ). Ini juga dapat mempengaruhi aktivitas kita.Banyak contoh yang sudah ada karena tidak mendapat dukungan dari Istri atau suami ,akhirnya ia malas beraktivitas.Atau memang dilarang untuk beraktivitas.Maka hati - hati juga dalam menentukan pilihan.Banyak akhwat kita yang dah siap,tinggal bagaimananya kitanya aja akhi.
Yang ketiga ,pada saat ia mempunyai anak.Bisa jadi kecintaan kita berlebihan kepada anak dibanding kepada Allah dan Rosul.maka ini juga akan dapat diingatkan dengan kondisi keluarga yang senantiasa ingat kepada Allah juga.
Syukron katsiiron atas segala apa yang telah antum torehkan bersama saya dalam aktivitas yang telah dilakukan.Semoga kita tetap diberikan keIstiqomahan melangkah dijalan dakwah ini.
Yaa Muqollibal Quluub Tsabbit Quluubanaa 'alaa diinika.
Jazakumullahu khoiron katsiiro.